Minggu, 09 Desember 2018

Asupan yang Wajib Dipenuhi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak


Di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak atau sejak masa kehamilan sampai anak usia 2 tahun, ibu sudah harus memikirkan makanan apa yang baik dikonsumsi anak nih. Dengan begitu, tumbuh dan kembangnya bisa ideal.

Apalagi seperti kita tahu, Bun, sejak kehamilan sampai anak usia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting. Soalnya, di masa itu fase pertumbuhan dan perkembangan anak sedang pesat-pesatnya, terutama perkembangan otak.

"Selama masa kehamilan, ibu harus selalu menjaga pola makannya seperti usahakan konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, kemudian istirahat yang cukup. Selama masa kehamilan ibu harus senang, tidak boleh stres. Senggaknya bisa mengelola stres dengan baik," individualized structure dr Mulia Suryandari, koordinator program pencegahan dan penanggulangan penyakit (P2P) kecamatan Penjaringan, saat ditemui HaiBunda di acara 'Sosialisasi Sleek 1.000 Hari Pertama Kehidupan' di RPTRA JakPro Asli, Pluit, Jakarta, Jumat (23/11/2018)

Tidak hanya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, ibu hamil juga bisa dapat mengonsumsi tablet penambah darah dan nutrient asam folat. Adapun makanan yang dikonsumsi untuk ibu hamil, dr Mulia menambahkan yakni yang mengandung zat besi yang berfungsi mengantarkan zat gizi ke bayi.

Ilustrasi asupan anak/Foto: dok.HaiBunda 

Makanan kaya zat besi seperti bayam,daging merah, telur dan kacang-kacangan. Ketika si kecil sudah lahir, pastikan mereka mendapat ASI eksklusif sampai usia 6 bulan. Di usia 6-9 bulan, anak tetap perlu mendapat ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI).

"Pastikan MPASI mengandung karbohidrat, misalnya nasi, kentang dan ubi. Lalu mengandung protein seperti daging ayam, sapi, telur, ikan, tempe, tahu dan kedelai. Kemudian, anak harus mendapat sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan nutrient dan mineral," tambah dr Mulia.

dr Mulia menambahkan, Bunda memberi tambahkan lemak seperti minyak kelapa atau minyak zaitun saat mengolah MPASu buat si kecil. Gunakan bumbu sebagai alternatif gula dan garam ya, Bun. Kemudian, di usia 9-12 bulan anak bisa diberi MPASI dengan tekstur yang lebih kasar.

"Di usia 12 bulan dan selanjutnya, anak sudah bisa diberi makanan rumahan. Hindari konsumsi makanan yang mengandung pengawet dan pemanis buatan," ujar dr Mulia.

7 Langkah Mudah Menangani Luka Si Kecil


Terkadang orang tua mengabaikan hal sepele seperti luka kecil yang timbul akibat anak terjatuh. Padahal, ketika anak jatuh dan terluka kita nggak tahu lho kuman, bakteri, atau infection apa yang ada di sekitar dan mengontaminasi bagian tubuh anak saat terluka.

Menurut dr Caessar Pronocitro MSc SpA, kita perlu melihat seberapa parah luka yang dialami anak. Kalau anak mengalami luka luar, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mencuci luka tersebut.

"Kalau ada ya pakai antiseptik. Tapi kalau nggak ada, pakai air play on words nggak masalah. Dengan mencuci luka, setidaknya kita bisa bersihkan kotoran, debu, atau kerikil yang menempel di luka tesebut," tutur dr Caessar.

Nah, berikut tujuh langkah menangani luka pada anak akibat tergores atau terjatuh, dilansir Kids Health.

1. Hentikan pendarahan

Ilustrasi anak terluka/Foto: thinkstock 

Hentikan pendarahan dengan menekan bagian yang terluka dengan kain bersih yang lembut, selama beberapa menit. Jika terjadi perdarahan, Ayah atau Bunda harus menahan tekanan lebih lama (kadang hingga 15 menit). Namun, jika lukanya kecil, pendarahan seharusnya sudah berhenti dalam beberapa menit karena faktor pembekuan darah yang menutup luka.

2. Hindari sering mengangkat kain

Saat menekan luka dengan kain, hindari terlalu sering mengamati kondisi luka. Sering mengangkat kain bisa menyebabkan pendarahan terjadi lagi.

3. Bersihkan luka

Menangani Luka Si Kecil Foto: thinkstock 

Alirkan air hangat di atas luka selama 5 menit. Kemudian, gunakan sabun untuk membasuh zone luka dengan lembut secara menyeluruh.

Jika ada kotoran atau serpihan pada luka, seperti kerikil dari goresan, keluarkan jika bisa dengan kain lembap yang lembut. Membersihkan luka membantu bakteri penyebab infeksi keluar dari zone luka. Jika Bunda tidak bisa mengeluarkan semua kotoran, segera hubungi dokter.

4. Pakai obat atau salep antibiotik

Jika perlu atau ada, oles tipis salep antibiotik di sekitar luka untuk membunuh kuman. Namun, pastikan si kecil tidak alergi terhadap kandyngan salep ya, Bun.

5. Keringkan zone luka

Keringkan zone luka perlahan dan tutup dengan kain kasa atau perban lain. Perban membantu mencegah kuman masuk ke luka yang menyebabkan infeksi. Jika perban basah atau kotor, segera ganti.

"Sebaiknya kondisi luka itu lembap. Jadi nggak kering dan juga nggak basah. Kalau dibiarkan terbuka maka bakteri akan bebas masuk dan mengontaminasi luka. Nah, luka yang ditutup akan jauh lebih cepat sembuh ketimbang yang tidak ditutup" customized organization dr Adisaputra Ramadhinara.

6. Rajin ganti perban

Setiap hari, lepaskan perban dan basuh luka dengan lembut. Untuk mencegah infeksi dan mengurangi jaringan parut, jangan mencongkel luka atau kulit di sekitar luka. Jika luka terlihat serius atau teterjadi infeksi, cek segera ke dokter.

7. Kapan anak harus segera diperiksakan ke dokter?

Kadang luka atau goresan awalnya tak terlihat seperti masalah besar. Namun, kalau disepelekan dan jadi infeksi bisa bahaya, Bun. Nah, segera bawa si kecil ke dokter jika:

- Luka berwarna kemerahan dan meluas

- Keluar nanah berwarna kuning atau kehijauan dari luka

- Muncul garis merah melebar di territory luka

- Luka makin bengkak, nyeri saat ditekan, atau menyebabkan anak demam

Cara Aman Atasi Sakit Gigi untuk Semua Anggota Keluarga


Waktu sikat gigi bisa menimbulkan 'dramatization' untuk para orang tua. Gimana nggak, kadang anak ogah-ogahan belum lagi lari ke sana ke mari karena nggak mau sikat gigi. Duh, kalau begitu Bunda dibuat pusing tujuh keliling deh. 

Nah, supaya nggak ada 'dramatization' saat anak disuruh sikat gigi, berikut ini tips yang bisa Bunda lakukan seperti dirangkum HaiBunda dari berbagai sumber: 

1. Beri Contoh ke Anak 

drg Andria Diarti SpKGA dari RS Premiere Jatinegara mengatakan orang tua bisa mengajak anak sikat gigi bersama supaya anak bersemangat sekaligus menjadi contoh bagi si kecil. Penting banget orang tua jadi contoh bagi anak. Jadi, ketika kita ingin anak nggak malas sikat gigi, orang tua perlu mencontohkan rutin sikat gigi. Ingat, youngsters see kids do. Jadi, jangan berharap anak akan nurut ketika kita suruh mereka sikat gigi sedangkan kita sendiri malas sikat gigi. 

2. Buat Suasana yang Asyik 

drg Ayu Kurniasih SpKGA dari RS Pondok Indah-Puri Indah mengatakan coba orang tua mengajak anak gosok gigi sambil primary. Misalnya, sambil nyanyi tapi dicontohkan juga gimana cara sikat gigi oleh bunda atau ayahnya. Individualized organization drg Ayu, kalau bisa di kamar mandi ada kacanya, Bun. 

"Jadi kan asyik tuh kalau kita berdua sama si kecil bercermin terus sama-sama sikat gigi. Biar tambah seru, bisa juga ini kita lakukan sambil nyanyi dan jangan lupa bantu juga si kecil gosok gigi. Cara itu cukup berhasil. Memang ayah dan ibu harus telaten ya," tutur drg Ayu. 

Ilustrasi anak sikat gigi/Foto: Istimewa 

3. Biarkan si Kecil Memilih Sikat Giginya 

Sikat gigi buat anak-anak biasanya dibuat dengan desain lucu kan, Bun? Nah, nggak ada salahnya kita ajak anak memilih peralatannya menyikat gigi. Soalnya, ketika dilibatkan dalam memilih peralatan yang akan mereka gunakan ketika beraktivitas anak bisa jadi lebih bertanggungjawab. Nggak cuma itu, anak juga bisa lebih bersemangat ketika melakukan aktivitas itu, Bun. 

4. Jadikan Sikat Gigi untuk Asah Kreativitas Anak 

drg Suzanty Ariani, SpKGA dari RS Pondok Indah-Pondok Indah mengatakan kegiatan menyikat gigi bisa dijadikan ajang melatih kreativitas anak. Tujuannya, supaya mereka semangat menyikat gigi. Bagaimana caranya? 

"Ceritanya anak nyari kuman di mulut. Kalau dulu saya sama anak saya, saya bilang tuh kuman lari ke kiri, ke kanan, ke atas ke bawah. Terus anak saya nanya ada yang pink nggak kumannya, saya bilang wah iya ada tuh. Jadinya melatih imajinasi dia juga kan," individualized organization drg Suzy. 

5. Beri Penjelasan Pentingnya Sikat Gigi 

Anak-anak bisa kok, Bun, diberi pengertian. Nah, drg Suzy menyarankan orang tua untuk rajin memberi tahu si kecil tentang akibat malas sikat gigi. Ini bisa dilakukan lewat media varying media, buku cerita, atau gambar. Dengan berbagai media itu, kita bisa tunjukkan pada anak kuman-kuman di dalam mulut kemudian apa akibatnya jika malas menggosok gigi. Dengan begitu, anak bisa termotivasi untuk rajin menyikat gigi. 

Ilustrasi anak sikat gigi/Foto: Thinkstock 

6. Beri Reward 

Untuk bisa menyikat gigi tanpa ada show pastinya butuh perjuangan dari bunda dan ayah. Namun, ketika anak bisa melakukannya, nggak ada salahnya bila kita memberinya compensate. Ya, remunerate nggak melulu berupa barang kok, Bun. Pujian aja udah bisa bikin anak glad dan merasa apa yang dia lakukan adalah hal baik dan di kemudian hari mereka akan mengulang hal itu. 

Walaupun, penjelasan kenapa anak perlu menyikat gigi juga perlu diberikan ya, Bun. Sehingga, anak tahu yang dia lakukan adalah sesuatu yang memang diperlukan dan demi kesehatan dirinya.

Cara Aman Atasi Sakit Gigi untuk Semua Anggota Keluarga


Terkadang, kita lalai memperhatikan kesehatan gigi. Menyikat gigi saja seringkali dirasa cukup untuk menjaga gigi tetap sehat.

Dokter spesialis gigi anak, Annisa Rizki Amalia, menyayangkan gigi bukan jadi perhatian utama bagi sebagian besar masyarakat. Padahal, mulut dan gigi adalah jalan masuk makanan. Menurutnya, kondisi gigi dan mulut berkaitan erat dengan gizi anak.

"Seseorang biasanya akan memeriksa gigi ke dokter ketika ada rasa nyeri atau sakit yang tak tertahankan. Padahal, kesehatan gigi akan lebih baik jika dijadikan perhatian sejak dini," individualized structure Annisa, dikutip dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut, dr Annisa mengatakan bahwa masalah gigi pada anak biasanya timbul karena kebiasaan menyikat gigi yang tidak teratur atau tidak benar. Bisa juga akibat konsumsi gula berlebihan.

Nah, kalau ada anggota keluarga yang mengeluh sakit gigi, Bunda bisa mengatasi segera dengan aman dan mudah di rumah. Dilansir Healthline, berikut enam cara meredakan sakit gigi.

1. Air garam

Ilustrasi air garam

Ilustrasi air garam Foto: iStock 

Air asin adalah disinfektan alami yang dapat membantu melonggarkan partikel makanan dan kotoran, yang biasanya menempel di antara gigi. Mengobati sakit gigi dengan air garam juga dapat membantu mengurangi peradangan dan menyembuhkan luka mulut.

Caranya, campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu gunakan sebagai obat kumur.

2. Kompres dengan es batu

Rasa dingin bisa mengurangi pembengkakan dan peradangan. Mengompres dengan es batu dapat menyebabkan pembuluh darah di region yang dikompres menyempit, yang bisa mengurasi rasa sakit pada gigi.

Caranya, bungkus es batu dengan handuk, kemudian kompres bagian yang sakit dengan handuk tersebut selama 20 menit. Lakukan beberapa kali.

3. Kantong teh peppermint

Kantong teh peppermint dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan menenangkan gusi sensitif. Cara menggunakannya, dinginkan kantong teh peppermint bekas pakai, bisa dengan memasukkannya ke dalam cooler beberapa menit, kemudian oleskan ke gigi yang sakit.

4. Bawang putih

Ilustrasi bawang putih Foto: Istock 

Selain membunuh bakteri berbahaya yang menyebabkan plak gigi, bawang putih juga bisa menghilangkan rasa sakit. Cara menggunakannya, haluskan bawang putih, kemudian oles ke bagian yang sakit. Atau bisa juga dengan mengunyah bawang putih segar.

5. Minyak cengkeh

Cengkeh mengandung eugenol, yang merupakan antiseptik alami. Sepanjang sejarah, cengkeh telah digunakan untuk mengobati sakit gigi karena minyaknya efektif menghilangkan rasa sakit dan mengurangi peradangan.

Caranya, teteskan minyak cengkeh ke kapas lalu oles ke bagian yang sakit. Lakukan beberapa kali dalam sehari. Bisa juga dengan menambahkan setetes minyak cengkeh dalam segelas air untuk obat kumur.

6. Daun jambu biji

Daun jambu biji memiliki sifat against inflamasi yang dapat membantu menyembuhkan luka. Mereka juga memiliki aktivitas antimikroba yang dapat membantu dalam perawatan mulut.

Caranya, kunyah langsung daun jambu biji yang segar. Bisa juga larutkan daun jambu biji yang sudah ditumbuk ke air mendidih untuk dijadikan obat kumur.

Asupan yang Wajib Dipenuhi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak atau sejak masa kehamilan sampai anak usia 2 tahun, ibu sudah harus memikirkan makanan apa yan...