Minggu, 09 Desember 2018

7 Langkah Mudah Menangani Luka Si Kecil


Terkadang orang tua mengabaikan hal sepele seperti luka kecil yang timbul akibat anak terjatuh. Padahal, ketika anak jatuh dan terluka kita nggak tahu lho kuman, bakteri, atau infection apa yang ada di sekitar dan mengontaminasi bagian tubuh anak saat terluka.

Menurut dr Caessar Pronocitro MSc SpA, kita perlu melihat seberapa parah luka yang dialami anak. Kalau anak mengalami luka luar, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mencuci luka tersebut.

"Kalau ada ya pakai antiseptik. Tapi kalau nggak ada, pakai air play on words nggak masalah. Dengan mencuci luka, setidaknya kita bisa bersihkan kotoran, debu, atau kerikil yang menempel di luka tesebut," tutur dr Caessar.

Nah, berikut tujuh langkah menangani luka pada anak akibat tergores atau terjatuh, dilansir Kids Health.

1. Hentikan pendarahan

Ilustrasi anak terluka/Foto: thinkstock 

Hentikan pendarahan dengan menekan bagian yang terluka dengan kain bersih yang lembut, selama beberapa menit. Jika terjadi perdarahan, Ayah atau Bunda harus menahan tekanan lebih lama (kadang hingga 15 menit). Namun, jika lukanya kecil, pendarahan seharusnya sudah berhenti dalam beberapa menit karena faktor pembekuan darah yang menutup luka.

2. Hindari sering mengangkat kain

Saat menekan luka dengan kain, hindari terlalu sering mengamati kondisi luka. Sering mengangkat kain bisa menyebabkan pendarahan terjadi lagi.

3. Bersihkan luka

Menangani Luka Si Kecil Foto: thinkstock 

Alirkan air hangat di atas luka selama 5 menit. Kemudian, gunakan sabun untuk membasuh zone luka dengan lembut secara menyeluruh.

Jika ada kotoran atau serpihan pada luka, seperti kerikil dari goresan, keluarkan jika bisa dengan kain lembap yang lembut. Membersihkan luka membantu bakteri penyebab infeksi keluar dari zone luka. Jika Bunda tidak bisa mengeluarkan semua kotoran, segera hubungi dokter.

4. Pakai obat atau salep antibiotik

Jika perlu atau ada, oles tipis salep antibiotik di sekitar luka untuk membunuh kuman. Namun, pastikan si kecil tidak alergi terhadap kandyngan salep ya, Bun.

5. Keringkan zone luka

Keringkan zone luka perlahan dan tutup dengan kain kasa atau perban lain. Perban membantu mencegah kuman masuk ke luka yang menyebabkan infeksi. Jika perban basah atau kotor, segera ganti.

"Sebaiknya kondisi luka itu lembap. Jadi nggak kering dan juga nggak basah. Kalau dibiarkan terbuka maka bakteri akan bebas masuk dan mengontaminasi luka. Nah, luka yang ditutup akan jauh lebih cepat sembuh ketimbang yang tidak ditutup" customized organization dr Adisaputra Ramadhinara.

6. Rajin ganti perban

Setiap hari, lepaskan perban dan basuh luka dengan lembut. Untuk mencegah infeksi dan mengurangi jaringan parut, jangan mencongkel luka atau kulit di sekitar luka. Jika luka terlihat serius atau teterjadi infeksi, cek segera ke dokter.

7. Kapan anak harus segera diperiksakan ke dokter?

Kadang luka atau goresan awalnya tak terlihat seperti masalah besar. Namun, kalau disepelekan dan jadi infeksi bisa bahaya, Bun. Nah, segera bawa si kecil ke dokter jika:

- Luka berwarna kemerahan dan meluas

- Keluar nanah berwarna kuning atau kehijauan dari luka

- Muncul garis merah melebar di territory luka

- Luka makin bengkak, nyeri saat ditekan, atau menyebabkan anak demam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Asupan yang Wajib Dipenuhi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak atau sejak masa kehamilan sampai anak usia 2 tahun, ibu sudah harus memikirkan makanan apa yan...